Marak Kasus Asusila di Jalan Pemkot Bekasi Pasang 1.000 CCTV


Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat berniat memperbanyak kamera pengawas di wilayahnya. Ini bagian dari mengantisipasi kejahatan asusila yang marak belakangan ini mulai dari Jakarta, Kota Bekasi hingga Cikarang.

“Saya sependapat dengan Pak Kapolres (memperbanyak pemasangan CCTV),” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (29/1).

Tapi, menurut dia, pemasangan kamera CCTV tersebut diharapkan tidak membebani anggaran daerah. Karena itu, pemerintah mengharapkan bantuan swasta melalui dana pertanggung jawaban sosial atau CSR.

Memperbanyak pemasangan kamera pengawas ini bagian dari antisipasi kejahatan asusila. Lokasinya di tempat-tempat strategis. Belakangan, masyarakat Jakarta, Kota Bekasi, dan Cikarang dibuat heboh pelaku eksibisionisme seksual atau memamerkan alat kelamin.

Di Kota Bekasi sendiri, aksi pelaku mempertontonkan alat kelamin sambil masturbasi terjadi di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani depan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat pada Kamis pekan lalu.

Sampai sekarang polisi masih melakukan penyelidikan. Dalam aksinya, pelaku sengaja menutup pelat nomor sepeda motornya, serta menutup wajahnya memakai helm. Karena itu, ketika seorang perempuan yang menjadi korban memotret, polisi sulit melacak.

Selain itu, aksi asusila juga sempat terjadi di Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Seorang pengendara sepeda motor tertangkap kamera CCTV melakukan begal payudara. Tak lama kemudian, pelaku berinisial DH, 21 tahun, ditangkap polisi.

“Pak Kapolres mau menarik fiber optic kita supaya bisa membantu pengawasan,” kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, skema pemasangan CCTV melalui CSR bisa dilakukan di lokasi perusahaan itu berdiri. Misalnya, sebuah mal atau hotel diminta memasang CCTV mengarah ke jalan. “Saya kira kami bisa, mampu,” kata dia. [ded]

Info CCTV

jasa pasang cctv bekasi

Comments are disabled.