7.700 CCTV Tersambung Jakarta Smart City


Ribuan kamera Circuit Closed of Television (CCTV) yang ada di ibu kota akan terhubung dengan Jakarta Smart City. Sehingga, segala peristiwa yang terjadi di Jakarta bisa terpantau langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala UP Jakarta Smart City, Yusdhistira Nugraha mengatakan saat ini CCTV yang dimiliki Pemprov DKI langsung terhubung dengan Jakarta Smart City. Pihak Jakarta Smart City juga bekerja sama dengan beberapa platform digital untuk mengetahui kondisi Jakarta terkini.

“Saat ini ada sekitar 7.700 CCTV yang terhubung ke Jakarta Smart City,” kata Yudhistira saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (1/11).

Menurutnya, beberapa aplikasi di Jakarta Smart City bisa melihat beberapa kondisi seperti arus lalu lintas yang menjadi momok menakutkan warga Jakarta. Oleh sebab itu, dengan data itu pihaknya akan melakukan analisa dampak kemacetan.

“Terkait data arus lalu lintas, kita kerja sama dengan Waze untuk melakukan analisa data ganjil genap dan titik kemacetan saja,” ungkapnya.

Kegunaan yang digunakan saat ini adalah pemerintahan atau masyarakat bisa memantau langsung kejadian yang terjadi di Jakarta diberbagai titik CCTV. Misalnya kejadian Demo yang belakangan pernah terjadi.
“Kita bisa menyesuaikan posisi ambulans untuk siaga dilokasi dekat demo misalnya karena Kita juga bisa melakukan tracking terhadap ambulans tersebut,” tuturnya,

Ke depan, kata dia, pihaknya mau mengutilisasi data CCTV untuk kebutuhan keamanan dan enforcement. Jadi, dibutuhkan infrastruktur penyimpanan yang dinamis. “Pada esensinya, Jakarta Smart City adalah inisiatif untuk menggunakan teknologi dan inovasi untuk menyelesaikan tantangan perkotaan,” pungkasnya.

 

Pantau Banjir

Portal Jakarta Smart City, yang dapat diakses di smartcity.jakarta.go.id, kini telah memiliki sebuah fitur baru untuk menghadapi musim hujan yang sudah tiba. Fitur tersebut adalah CCTV Lokasi Rawan Banjir. Dengan fitur baru tersebut, Smartcitizens dapat mengamati beberapa titik lokasi rawan banjir di Jakarta dengan CCTV yang tersedia dalam radius 1000 meter dari titik-titik rawan genangan dan banjir.

“Kini kita memiliki aplikasi pantau banjir juga untuk membantu masyarakat,” kata Yudhistira.

Cara untuk mengakses fitur baru tersebut sangat mudah. Kamu hanya perlu membuka smartcity.jakarta.go.id, lalu pilih peta atau map di menu dashboard, pilih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemudian pilih CCTV Lokasi Rawan Banjir sehingga muncul tanda centang hijau. CCTV Lokasi Rawan Banjir akan muncul di beberapa titik. Pilih salah satu titik di daerah yang kamu cari, dan CCTV pun akan ditampilkan secara real-time.

Menurut Dinas Sumber Daya Air, terdapat 30 titik lokasi rawan genangan di ibukota yang tersebar di lima wilayah. Untuk Jakarta Pusat terdapat 4 titik rawan dengan 3 sungai/kali di Jl. Industri, Jakarta Selatan 13 titik di 50 sungai, Jakarta Timur 4 titik di 24 sungai, Jakarta Barat 6 titik di 23 sungai, dan Jakarta Utara 3 titik di 14 sungai.

Selain kemudahan untuk mengakses CCTV, portal smartcity.jakarta.go.id memiliki berbagai fitur unggulan yang dapat diakses masyarakat. Beberapa di antaranya adalah tracking laporan dari Qlue, info harga pangan, info harga tanah, tracking GPS bus Transjakarta, ambulans, truk sampah, dan masih banyak lagi. Selain itu kamu juga bisa mendapatkan informasi terkini seputar penerapan smart city di Jakarta.

 

Sumber : jawapos.com

Info CCTV

Comments are disabled.